Selasa, 02 Oktober 2012

SOSIOLOGI MASALAH SOSIAL


MODUL  : 1
MENGENAL MASALAH SOSIAL

Kegaiatan Pembelajaran :1  Masalah Sosial dan sifat-sifatnya

A. Masalah dan kita
Masalah sosial timbul karena kebutuhan hidup semakin meningkat sementara sumber daya untuk memenuhi kebutuhan terbatas. Untuk dapat memecahkan masalah diperlukan dua hal :
1.      Kemampuan memenuhi kebutuhan pribadi (ketrampilan untuk memenuhi kebutuhan)
2.  Kemampuan menjalankan peran sosial dalam masyarakat ( kemampuan menyesuaikan dengan norma masyarakat).

B. Masalah Personal ( Personal Problems )

Masalah personal : suatu kondisi yang menghambat individu sehingga mengganggu bahkan tidak dapat menjalankan pernanya dengan baik. Ketidak mampuan seseorang untuk mengatasi suatu masalah akan menciptakan masalah lain.

C. Keresaham Umum ( Public Issues )

Menurut C Wright Mills public issues adalah masalah yang tidak hanya mengancam atau meresahkan individu atau keluarga tetapi lebih luas lagi menyangkut sejumlah keluarga dan kelompok yang lebih banyak dan menjadi perdebatan umum. Contoh ketidak mampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan pokok akan mengakibatkan munculnya perilaku yang dapat meresahkan masyarakat sekitarnya sehingga menjadi keresahan umum.

D. Masalah Sosial

Mills perbedaan antara masalah personal dengan keresahan umum akan memperlihatkan ciri khas masalah sosial :
1.      Masalah itu mencerminkan ( terkait) dengan kesadaran moral anggota masyarakat.
2.     Keresahan umum menggambarkan telah terbentuk persamaan persepsi terhadap ancaman yang ditimbulkan dari suatu masalah.
3.      Timbul kesadaran bahwa masalah tidak dapat diatasi sendiri-sendiri tetapi harus bekerja sama.


Masalah sosial memiliki butir-butir yang penting :
1.      Suatu kondisi yang dinyatakan.
2.      Tidak sesuai dengan nilai
3.      Sebagian berarti (significant) warga
4.      Suatu kegiatan bersama dibutuhkan untuk mengubah situasi

Kreteria masalah sosial :
1.      Kreteria utama : menjadi perbincangan umum (public issues )
2.      Sumber-sumber sosial : manusia dan alam
3.      Manifest social problems dan Latent social problems
Manifest social problems : kejadian yang dianggap salah oleh masyarakat.
Latent social problems : kejadian yang berlawanan dengan norma tetapi tetap di terima ( tidak dianggap masalah sosial )


Kegiatan Belajar : 2  Sifat dan Kesalah pahaman masalah sosial

A. Sifat masalah sosial.

Ciri masalah sosial :
1.      Masalah sosial bersifat relatif :
·         Masalah sosial berkaitan erat dengan nilai-nilai moral yang dianut masyarakat
·         Masalah sosial berkait erat denga struktur sosial yang menetukan normal/ abnormal
·         Masalah sosial dilihat secara vertikal dan horizontal berbeda
2.      Masalah sosialsaling berkaitan: saling berkaitan bersifat implikatif tidak sendiri-sendiri. JG Manis :
·         Masalah primer : kondisi yg sangat berpengaruh dpt menimbulkan kerusakan  ganda
·         Masalah sekunder : kondisi berbahaya sbg dampak dari masalah primer
·         Masalah tersier : kondisi berbahaya sbg akibat dari masalah dominan
3.      Masalah sosial bersifat kompleks
Masalah sosial tidak muncul secara mendadak tetapi dilatarbelakangi oleh faktor penyebab yang rumit. Penyebabnya dapat ditelusuri melalui proses ekonomi, sosial, politik maupun kepribadian akibat yang ditimbulkan kadang diluar dugaan.
Masalah sosial tidak mudah ditangani sebab penyebabnya rumit, akibat yang ditimbulkan sulit diramalkan dan masalah sosial sering dilestarikan memlaui budaya.
4.      Masalah sosial berubah dari waktu ke waktu.
RH Lauer : dilihat dari perhatian masyarakat ada 3 jenis masalah :
1.      Masalah yang terus menerus mengancam: perang dan damai.
2.      Masalah yang muncul secara periodik: kemerosotan nilai moral
           3.      Masalah yang secara teratur muncul dan menghilang : pengangguran 
 5.   Masalah sosial dapat dikelompokan:
DM Jensen :
a.    masalah sosial yang bersumber fisik
b.    masalah sosial bersumber mental
c.    masalah sosial bersumber ekonomi
d.   masalah sosial bersumber budaya
    R Stark : sifat masalah :
a.       Perilaku menyimpang
b.      Konflik dan kesenjangan
c.       Masalah perkembangan manusia
J Pohen :
a.       Masalah kondisi sosial dan kebijakan sosial
b.      Lingkaran kehidupan: perubahan dan masalahnya
c.       Pelanggaran atas norma sosial
            JG Manis :
a.       Masalah dunia
b.      Masalah kemasyarakatan
c.       Masalah personal

B.Kesalahan pahaman mengenai masalah sosial :

1.      Anggapan bahwa masyarakat menyetujui masalah sebagaimana adanya
Masalah sosial relatif karena tolok ukurnya berbeda
2.      Masalah sosial bersifat alamiah dan dapat dihindarkan
Masalah sosial terkait dengan nilai moral dan struktur sosial. Masalah sosial timbul dari hubungan antar manusia bukan faktor alam.
3.      Masalah sosial abnormal
Masalah sosial tidak hanya disebabkan oleh kegagalan (patologi) tetapi juga oleh keberhasilan cont: ledakan penduduk karena keberhasilan pembangunan.
4.      Masalah sosial disebabkan orang jahat
Kejahatan timbul karena ada kesempatan
5.      Masalah sosial berkembang sebagai akibat pemberitaan
Teori konflik berpandangan bahwa masalah sosial muncul melalui proses panjang yang disebut : model perkembangan alamiah (natural history model) atau karier sosial
Mempunyai 4 tahap : agitasi, legitimasi dan kooptasi, birokrasi dan reaksi, serta re emergensi.
6.      Semua orang menghendaki masalah sosial ditanggulangi
Ada pihak yang dirugikan jika masalah sosial di tuntaskan.
7.      Masalah sosial berhenti dengan sendirinya
Masalah sosial tidak dapat selesai dengan sendirinya bahkan akan menumpuk dan meledak menjadi masalah besar.
8.      Masalah sosial dapat diselesaikan tanpa perubahan kelembagaan
Penyelesaian masalah sosial tetap akan melibatkan kelembagaan.

Menurut Jalaludin Rahmat ada 7 kesalahpahaman pola pikir masyarakat :
1.      Over generalisasi.
Kejadian disuatu tempat digeneralisasi pada tempat lainya padahal belum tentu terjadi. Contoh pedagang kaki lima yang menimbulkan kemacetan disuatu lokasi kemudian digeneralisasi semua pedagang kaki lima pasti bikin kemacetan.
2.      Selalu melihat kebelakang tanpa melihat kedepan.
Selalu menyalahkan masa lalu tanpa mencari solusi dimasa depan
3.      Mengaitkan hubungan kausalitas yang semu.
Hubungan kausalitas yang hanya dilihat permukaanya saja sehingga solusi yang ditawarkan tidak dapat mengatasi masalah secara tuntas.
4.      Mencari penjelasan pada sesuatu yang abstrak.
Menyerahkan pada takdir Tuhan setiap ada masalah.
5.      Karena ikut-ikutan akhirnya terjadi hukum ekonomi.
Hukum ekonomi tentang kepuasan : pada suatu titik tertentu segala sesuatu yang mengalami peningkatan akan mengalami titik jenuh sehingga mengalami titik jenuh.
6.      Mengandalkan pada otoritas (UU) yang didasarkan pada penafsiran sendiri.
Masing-masing pihak merasa benar berdasarkan apa yang ditafsirkan sendiri sehingga masalah sosial tidak dapat diatasi dengan tuntas.
7.      Argumen yang hanya berputar-putar.
Saling menyalahkan dengan mempertahankan argumennya masing-masing.


Modul : 2
Pendekatan Masalah Sosial

Kegiatan Belajar : 1    Isu Pokok Masalah Sosial.

Merujuk pada pendapat Etzioni (1976) yang disebut dengan pendekatan utama (the main approach) adalah paradigma (teori) konsensus, struktural fungsional dan konflik. Jika merujuk pada Ritzer yang disebut paradigma meliputu : fakta sosial, definisi sosial dan perilaku sosial. Paradigma Fakta sosial memayungi : teori struktural fungsional, Paradigma Definisi sosial memayungi : teori Interaksionisme Simbolik dan teori Etnometodologi. Paradigma Perilaku Sosial : memayungi teori Pertukan Sosial dan teori Behaviorisme.
Masalah sosial hanya dapat dipahami dengan menggunakan konsep tertentu dan rumitnya konsep yang digunakan sangat bervariasi dan sering kali bersifat kontroversial. Coleman & Cressey dalam bukunya”Social Problem” (1987) membagi masalah sosial menjadi empat
1.      Berbagai kesulitan yang dihadapi oleh berbagai lembega (troubled institution).
2.      Masalah ketidak setaraan ( problem of inequality ).
3.      Masalah konformitas : kepatuhan dan ketidak patuhan.
4.      Maslah akibat perubahan dunia (problem of changing world).
Coleman & Cressey (1987) menyatakan bahwa masalah sosial ada jika ada perbedaan yang dapat diukur antara sesuatu yang ideal dan realitas sesungguhnya.
Menurut Etzioni (1976) teori masalah sosial dilatar belakangi oleh tiga isu pokok :
1.      Realitas sosial (kondisi masyarakat yang dapat emnimbulkan masalah dan pemecahanya).
2.      Hakikat manusia (pandangan tentang hakikat menusia / sifat dasar manusia)
3.      Penggerak ( dynamic) yg merupakan pemicu (trigger) yang menggerakan masyarakat untuk melakukan perbaikan.

Realitas Sosial.

Tangdilintin (2000) menyatakan bahwa realitas soail merupakan realitas / kenyataan yang bersifat kemasyarakatan artinya suatu skenario sosial yang dikaitakan dengan timbulnya masalah sosial.Ada pandangan teoritis yang menyatakan bahwa tradisi, nilai dan sistem merupakan faktor yang membentuk manusia. Sistem sosial merupakan patron (pola) dimana manusia dibentuk sehingga perubahan pada manusia hanya dapat terjadi jika patron (pola) nya berubah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar